Jokowi Ajak Anak-Menantu ke Turki, Istana: Beliau Pakai Uang Pribadi
Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) sempat melakukan kunjungan ke Turki, sebelum mengikuti pertemuan KTT 20 di Hamburg, Jerman.
Dalam kunjungan negara itu, Jokowi tidak hanya ditemani sang istri saja. Dia turut memboyong ketiga anaknya, menantu dan juga cucu.
Namun tenang saja, seluruh biaya kunjungan kenegaraan tersebut tidak memakai uang negara. Jokowi membiayai keluarga besarnya menggunakan kantong pribadi.
“Presiden menegaskan bahwa seluruh biaya perjalanan dan akomodasi anggota keluarga Presiden yang turut serta dalam perjalanan ke Turki dan Jerman menjadi tanggungan pribadi Presiden,” kata Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin seperti dikutip dari setkab.go.id, Minggu (9/7/2017).
Selama penerbangan, anggota keluarga Jokowi berada di bagian kompartemen yang selama ini hanya diperuntukkan bagi dirinya dan sang istri.
Mereka sekeluarga menumpangi Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 dan enggan menyewa pesawat berbedan besar dari maskapai penerbangan Garuda sekalipun.
“Transit beberapa kali menuju Amerika Serikat untuk pengisian bahan bakar, itu tidak masalah bagi Pak Presiden. Hal ini menunjukkan bahwa Presiden konsisten dengan prinsip efisiensi penggunaan anggaran negara,” tambah Bey.
Di lingkungan kepresidenan sendiri, Mensesneg Pratikno juga telah melakukan efisiensi dengan pengurangan jumlah tim pendahulu, baik kunjungan kerja di dalam negeri maupun ke luar negeri.
“Jumlah tim advance ke luar negeri juga dikurangi sampai 40 persen dan lebih mengoptimalkan peran Kedutaan Besar Republik Indonesia,” ucap Pratikno.
Jumlah delegasi juga dibatasi sesuai dengan kapasitas pesawat kepresidenan yang totalnya hanya 42 orang untuk kunjungan ke luar negeri.
“Jumlah tersebut bukan hanya delegasi inti, tetapi sudah termasuk perangkat kepresidenan lainnya,” tandasnya.
Oleh karenanya, lanjut Bey Machmudin, keikutsertaan keluarga Presiden dalam kunjungan ke Turki dan Jerman tidak akan membebani anggaran negara.
sumber : kriminalitas
[M.Bersatu/apik.apikepol.com]
“Jika engkau punya teman – yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman -‘baik’ itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali” [Imam Syafi'i]
