Ahok-Djarot, Stop Tipu Lansia!
Ahok-Djarot, Stop Tipu Lansia!
Opini Bangsa - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik mengimbau pasangan petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat untuk berhenti membohongi warga, khususnya kaum lansia dengan program Kartu Jakarta Lansia (KJL).
"Saya minta Ahok-Djarot stop bohongi lansia dengan iming-iming program KJL," kata Taufik saat dihubungi Kantor Berita RMOL Jakarta, Rabu (12/4).
Hal tersebut disampaikan Taufik, menyusul laporan relawan Anies-Sandi di sejumlah Kantor Bank DKI hari ini, dimana dipadati kaum lansia yang akan membuat rekening Bank DKI.
Rekening Bank DKI tersebut menurut mereka akan digunakan untuk pengiriman dana KJL setiap bulannya.
Kantor Bank DKI yang didatangi para lansia diantaranya, Bank DKI Camat Johar Baru dan Bank DKI Syariah di Pusat Promosi Ikan Hias UKMK.
Politisi Partai Gerindra itu menilai rencana Ahok-Djarot menggulirkan program KJL merupakan bagian dari kampanye Pilgub DKI putaran kedua.
Taufik juga mempertanyakan pos anggaran yang akan digunakan untuk membiayai program tersebut. Jika Ahok-Djarot ingin memasukkan program itu dalam APBD Perubahan DKI 2017, Taufik menyarankan agar pembahasan KJL dilakukan saat pembahasan APBD Perubahan.
"Pertanyaannya itu duit pribadi atau siapa? Kalau duit pribadi nggak boleh bawa-bawa APBD, jangan bawa pemerintah. Kalau mau sendiri silakan saja kalau mau bagi-bagiin uang untuk rakyat Jakarta kalau Anda punya uang silakan," ujar Taufik.
Ahok sebelumnya menjelaskan penerima KJL merupakan lansia berumur di atas 60 tahun. Jumlah uang yang akan diterima para lansia adalah sebesar Rp 600.000 per bulan. Calon penerima KJL juga akan diverifikasi supaya tidak salah sasaran. [opinibangsa.id / rmol]
[apikepol.com]

