Innalillahi, Melerai Siswa SMA Tawuran di Bogor, Anggota FPI Malah Dibacok Hingga Meninggal
Umatuna.com - Seorang pelajar kelas 3 SMA swasta di Kota Bogor berinisial IR diciduk aparat Polres Bogor Kota di rumahnya di wilayah Cijeruk, Kabupaten Bogor. IR alias Bolang diduga melakukan pembacokan terhadap seorang anggota laskar Front Pembela Islam, Mustofa hingga tewas. Persitiwa itu terjadi sehari sebelumnya.
Korban yang merupakan koordinator Wilayah FPI itu tewas dengan luka sabetan celurit besar/klewang di bagian pinggang dan leher saat melintas di tempat IR dan teman-temannya berkumpul di Jalan Raya Timur, RT 1, RW 7, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Kapolres Bogor Kota saat itu, AKBP Hilman menyatakan, kejadian bermula ketika korban bersama rekan-rekannya di FPI pulang usai menghadiri tablig akbar menggunakan mobil dan sepeda motor.
Saat melintas di lokasi kejadian, dua kelompok massa sedang terlibat tawuran.
"Korban berusaha melerai dengan membunyikan klakson supaya massa menepi dan tidak tawuran di tengah jalan. Namun, aksi korban dan sejumlah langgota laskar FPI itu disikapi berbeda oleh massa yang sedang tawuran, " kata Hilman.
Setelah terlibat cekcok, massa yang sedang tawuran melempari korban dan kawan-kawannya dengan batu. Bahkan, percekcokan berujung pada penganiayaan terhadap korban.
Salah seorang pemuda, IR yang membawa klewang dengan panjang lebih dari semeter langsung menyabetkan klewang ke arah korban.
Korban kemudian tersungkur dari sepeda motornya. "Korban meninggal di RSUD Ciawi setelah mengalami luka dalam dan perdarahan parah," kata Hilman. (pikiran-rakyat) [Ummatuna/Apikepol]
Korban yang merupakan koordinator Wilayah FPI itu tewas dengan luka sabetan celurit besar/klewang di bagian pinggang dan leher saat melintas di tempat IR dan teman-temannya berkumpul di Jalan Raya Timur, RT 1, RW 7, Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Kapolres Bogor Kota saat itu, AKBP Hilman menyatakan, kejadian bermula ketika korban bersama rekan-rekannya di FPI pulang usai menghadiri tablig akbar menggunakan mobil dan sepeda motor.
Saat melintas di lokasi kejadian, dua kelompok massa sedang terlibat tawuran.
"Korban berusaha melerai dengan membunyikan klakson supaya massa menepi dan tidak tawuran di tengah jalan. Namun, aksi korban dan sejumlah langgota laskar FPI itu disikapi berbeda oleh massa yang sedang tawuran, " kata Hilman.
Setelah terlibat cekcok, massa yang sedang tawuran melempari korban dan kawan-kawannya dengan batu. Bahkan, percekcokan berujung pada penganiayaan terhadap korban.
Salah seorang pemuda, IR yang membawa klewang dengan panjang lebih dari semeter langsung menyabetkan klewang ke arah korban.
Korban kemudian tersungkur dari sepeda motornya. "Korban meninggal di RSUD Ciawi setelah mengalami luka dalam dan perdarahan parah," kata Hilman. (pikiran-rakyat) [Ummatuna/Apikepol]
