Tolak Kriminalisasi Ulama, Umat Islam Pontianak Gelar Aksi 205 pada 20 Mei 2017
Umatuna.com, PONTIANAK - Satu di antara koordinator Aksi Bela Ulama 205, Sy Hasan Basri Alkadri, mengatakan kalau aksi akan tetap dilangsungkan karena saat ini berbagai upaya dilakukan untuk membenturkan antara Gerakan Aksi Bela Ulama dan Persaruan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (PFKPM) Kalbar.
Selain itu, ia mengatakan apa yang dikatakan oleh Hendi Sutarsa yang mengatasnamakan dari organisasi,PFKPM Kalbar tidak benar.
Hendi sebelumnya mengatakan, kalau ia dari PFKPM, tidak pernah mengumpulkan masa untuk melakukan aksi 205 nanti.
Hasan Basri yang kerap dipanggil Boim, menjelaskan kisah dari awalnya bagimana kiprah Hendi dalam Aksi 205. "Hendi dipanggil kerumah posko 205, hanya untuk menjadi koordinator, dan tidak ada membahas ia selaku bagian dari organisasi PFKPM," ucap Boim.
Hasan Basri, yang juga merupakan Wakil Ketua PFKPM, menambahkan kalau memanggil Hendi dirumah, bukan atas nama pengurus organisasi tapi atas nama pribadi.
"Saat itu Hendi dipanggil, untuk menjadi koordinator saja bagi masyarakat Singkawang, Bengkayang dan Sambas, yang ingin berkontribusi dalam Aksi 205," tambahnya.
Saat ditunjuk menjadi koordinator, Hendi tidak menolak dan menerima, namun ditegaskan oleh Boim, saat itu Hendi ditunjuk bukan atas organisasi tapi pribadi.
Boim, menyayangkan sikap Hendi yang mengatasnamakan organisaai PFKPM Kalbar dalam membuat statemen di media.
Aksi 205 ditambahkannya adalah aksi damai, dalam menyuarakan aspirasi untuk membela ulama. (tribunnews) [Ummatuna/Apikepol]
Selain itu, ia mengatakan apa yang dikatakan oleh Hendi Sutarsa yang mengatasnamakan dari organisasi,PFKPM Kalbar tidak benar.
Hendi sebelumnya mengatakan, kalau ia dari PFKPM, tidak pernah mengumpulkan masa untuk melakukan aksi 205 nanti.
Hasan Basri yang kerap dipanggil Boim, menjelaskan kisah dari awalnya bagimana kiprah Hendi dalam Aksi 205. "Hendi dipanggil kerumah posko 205, hanya untuk menjadi koordinator, dan tidak ada membahas ia selaku bagian dari organisasi PFKPM," ucap Boim.
Hasan Basri, yang juga merupakan Wakil Ketua PFKPM, menambahkan kalau memanggil Hendi dirumah, bukan atas nama pengurus organisasi tapi atas nama pribadi.
"Saat itu Hendi dipanggil, untuk menjadi koordinator saja bagi masyarakat Singkawang, Bengkayang dan Sambas, yang ingin berkontribusi dalam Aksi 205," tambahnya.
Saat ditunjuk menjadi koordinator, Hendi tidak menolak dan menerima, namun ditegaskan oleh Boim, saat itu Hendi ditunjuk bukan atas organisasi tapi pribadi.
Boim, menyayangkan sikap Hendi yang mengatasnamakan organisaai PFKPM Kalbar dalam membuat statemen di media.
Aksi 205 ditambahkannya adalah aksi damai, dalam menyuarakan aspirasi untuk membela ulama. (tribunnews) [Ummatuna/Apikepol]

