Dengan Kaki Tertembus Peluru, Pelaku Ganjal ATM Jelaskan Modus Operandi Mereka








Nasional.in ~ Sembari menahan sakit di betis kiri akibat ditembak polisi, satu dari dua pelaku ganjal ATM yang diringkus Polresta Depok mengungkapkan trik cara menguras isi dana di rekening para korban. Bahkan, dengan bermodalkan dana Rp 200 ribu komplotan tersebut berhasil mengasak uang nasabah perbankan ini mencapai Rp 120 juta.

Kepada Kriminalitas.com, salah satu pelaku yang ditembak polisi, Indra Winata (28) menjelaskan cara mereka beraksi mengganjal mesin ATM BRI di Kompleks Pelni, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Sabtu (15/7/2017), petang lalu. Mulanya, Indra dan Adison menelusuri beberapa mesin ATM yang jauh dari jalan raya.

Untuk menghindari kecurigaan petugas dan warga dirinya menggenakan jaket ojek online. Selanjutnya Adison beraksi masuk ke ATM untuk melumuri jalur masuk kartu ATM milik nasabah agar tidak dapat keluar setelah dimasukan.

“Kami semua mempersiapkan peratan ini dengan modal Rp200 ribu. Buat beli jaket ojek online, pelumas, tang, obeng, sama buat stikter call center ATM BNI dan ATM bersama palsu. Biar gak curiga karena di ATM ini ada CCTV, dan untuk menghindari itu harus pakai trik,” tuturnya di Mapolresta Depok, Jumat (28/07).

Setelah menyelesaikan tugas itu, sambung Indra, dia dan Adison pun menunggu calon korban untuk melakukan transaksi perbankan di ATM yang telah mereka kerjai untuk mengeruk isi rekening para nasabah bank BRI dan BNI di kota ini. Caranya adanya dia dan Adison berpura-pura ingin mengambil uang di ATM di tempat calon korbannya itu.

Kemudian, keduanya berpura-pura mencoba membantu korban dan kemudian mengarahkannya untuk menghubungi nomor call center palsu yang sudah ditempelkan di pintu kaca ATM.

“Semua sudah diatur agar nampak seperti asli. Kami desak korban agar cepat keluar karena ingin mengambil uang. Kami harus arahkan korban cepat menghubungi call center karena banyak kasus pencurian. Karena yakin barulah, kami antre dan menenangkan korban,” ungkapnya.

Tak sampai di sana, kata Indra, empat rekannya yang lain pun meliki tugas untuk melancarkan aksi itu. Dian kata dia bertugas sebagai call center bank BRI, sedangkan Dayah bertugas sebagai call center bank BNI.

Sementara Ripun dan Dewo bertugas sebagai orang yang menguras isi ATM korban yang telah memberikan nomor pin tersebut kepada Dian dan Dayah. Setelah berhasil memperdayai korban, keempat rekannya itu pun langsung mencairkan dana itu ke bank yang sama di wilayah Kabupaten Bogor.

“Dibagi rata dan masing-masing kebagian Rp 20 juta per orang. Uangnya sudah habis kami belanjakan semua. Kami dapat trik itu dari Dian yang banyak nonton televisi soal trik kejahatan. Ilmunya kemudian diturunkan sama kami sesuai dengan peran masing-masing,” katanya tertunduk malu.

ADA BERITA MENARIK SCROLL KE BAWAH www.NASIONAL.in
Sumber Berita : kriminalitas.com


[nasional.in/apik.apikepol.com]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: