Lagi Trending, Menteri Khofifah Juga Tidur di Kursi Bandara
Foto Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa tertidur di ruang tunggu penumpang Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya, Jawa Timur, menjadi viral di media sosial.
Foto Khofifah saat tidur diambil oleh akun Instagram @chsaldy. Dia adalah seorang staf di Kementerian Sosial yang mengikuti perjalanan dinas Khofifah.
"Foto ini diambil hari Minggu sekitar pukul 10.55 di Bandara Juanda, Surabaya. Karena pesawatnya masih lama, Ibu Khofifah 'nyuri waktu' buat tidur," tulis @chsaldy di Instagram, dikutip Arah.com, Senin (12/6).
Dari foto itu tampak Khofifah tertidur pulas tanpa melepaskan kaos kakinya dan ditutupi kain panjang bermotif batik. Tas travel berwarna ungu digunakannya sebagai bantal kepala.
Di kolom caption foto tertulis Khofifah akan berangkat menuju Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, setelah bertolak dari Bandar Udara Husein Sastra Negara Bandung, Jawa Barat.
Rupanya, ia usai mengikuti acara pembagian bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Padatnya jadwal kunjungan kerja Khofifah sebagai Mensos membuatnya "mencuri waktu" tidur, termasuk di Bandara Juanda.
Apalagi, ia juga sempat mengunjungi Kabupaten Toli-Toli dan Kota Palu di Sulawesi Tengah guna menengok korban banjir, sebelum bertolak ke Ciamis dari Jakarta melalui jalan darat.
"Sambil menunggu pesawat ke Banyuwangi. Perjalanan lima hari yang luar biasa Dari Toli-Toli nengok korban banjir lanjut Kota Palu, lanjut Jakarta, lanjut Ciamis via darat, lanjut Bandung, lanjut Surabaya, dan akhirnya lanjut Banyuwangi," ujar akun @chsaldy.
Pemilik akun juga mengajak netizen untuk mendoakan Khofifah agar selalu sehat dan amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia.
sumber : arahcom
[M.Bersatu/apik.apikepol.com]
“Jika engkau punya teman – yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman -‘baik’ itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali” [Imam Syafi'i]
