ICW: Memboyong Keluarga dengan Fasilitas Negara Bertolak Belakang dengan Prinsip Antikorupsi & Bersih








Konferensi Tingkat Tinggi G-20 yang digelar di Hamburg, Jerman menjelang usai. Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri Kabinet Kerja termasuk yang menghadirinya.

Namun, kontroversi tidak ikut usai di Tanah Air. Sebab, Kepala Negara diketahui menyertakan anak-anak dan menantunya dengan menumpang pesawat kepresidenan dari Jakarta menuju ke Turki dan Jerman. 

Terkait itu, koordinator Indonesian Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menegaskan keputusan Presiden Jokowi tersebut tidak etis. Lebih lanjut, dia menilai Presiden Jokowi telah memperlihatkan sikap yang kontradiktif terhadap komitmen pemberantasan korupsi.



"Secara etis tidak baik ya. Fasilitas negara semestinya digunakan untuk kepentingan kenegaraan. Apalagi Pak Jokowi dan keluarga selama ini dikenal dengan sikap antikorupsinya dan dipandang bersih," kata Adnan Topan dalam pesan singkatnya, Ahad (9/7).



"Tentu, memboyong keluarga dengan fasilitas negara bertolak belakang dengan prinsip antikorupsi dan bersih," sambungnya. KTT G20 merupakan ajang pertemuan para pemimpin dari 20 negara penting yang menggerakkan perekonomian global serta sejumlah organisasi dan perusahaan internasional. 

[rol]


[M.Bersatu/apik.apikepol.com]

“Jika engkau punya teman – yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karena mencari teman -‘baik’ itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali” [Imam Syafi'i]

Banner iklan disini
loading...

Subscribe to receive free email updates: